
Bila ku lihat bintang
Semua begitu indah
Terbentang di langit
Jika ku lihat bulan
Sungguh begitu indah
Membentang di langit
Semua apa yang ku lihat
Hanya Tuhan yang bisa
Menciptakan semua
Tuhan memberi keindahan yang terindah
Seisi langit dan bumi ciptaan-Mu Tuhan
Biarkan aku berada di sini
Biar ku tahan laju angin
Ajarkan aku bersujud pada-Mu
Ajarkan aku untuk hidup
Tiada tuhan selain Allah
Allahu Akbar Allah Maha Besar
Ijinkan aku bersujud pada-Mu
Ku agungkan kebesaran-Mu
Tuhan memberi keindahan yang terindah
Seisi langit dan bumi ciptaan-Mu Tuhan
Kapankah kita bisa beribadah dengan tenang dalam setiap harinya? Di masa yang manakah kita bisa sujud khusyuk dengan tenang sambil menangis tersedu-sedu mengingat dan memohon ampun kepada ALLAH agar DIA melupakan seluruh dosa-dosa kita yang telah bercumbu mesra dengan setiap nafas kita? Lalu, Bilakah tiba saatnya bagi kita untuk bisa menengadahkan tangan dengan tenang kepada ALLAH untuk segala keperluan kita tanpa pernah takut tuduhan-tuduhan bodoh lagi picik yang di sematkan kepada mereka yang berhidmat kepada ALLAH sang Penciptanya?
Mereka yang tak berdaya menerjemahkan ’kecerdasan Top’ dalam teori-teorinya. Lalu, dengan mudahnya mereka limpahkan seluruh kebodohan mereka terhadap Dakwah ini. Belum sampaikah sekelumit cerita indah yang terbawa oleh rumput yang bergoyang. Cerita bagaimana gagahnya pejuang-pejuang ISLAM yang terbakar jiwanya karena pekikan takbir dari sang komandannya untuk rela menukar nyawanya untuk negeri ini. Tanpa pikir panjang lagi pejuang-pejuang itu terima tawaran tersebut walau harus rusak badannya tertembus bola-bola panas dari Pejuang-Pejuang Tulip dan Samurai. Walau harus Robek Lidah nya karena terus memekikan takbir. Walau harus rata tulang rusuknya dengan tanah. Dan walau harus rela mengguyur sekepal tanah dengan seluruh darahnya. Tapi bagi mereka itu lebih baik dan lebih mulia dari pada harus hidup terkukung dibawah penindasan. Lupakah kalian?Atau kalian memang benar-benar tak tahu?
Atau tak pernahkah kalian membaca kehinaan bangsa ini di pembukaan UUD 45. Hinanya bangsa ini karena harus mengemis kepada ALLAH untuk bisa bernafas lepas dari segala bentuk penindasan? Lupakah kalian atau kalian tak pernah tahu dalam hal itu?. Para pendiri negeri ini menuliskan dengan sadar bahwa ATAS BERKAT RAHMAT ALLAH .....(bla...bla...bla). Maaf terpaksa ku besarkan semuanya kalimat tersebut agar kalian tak ada alasan lagi untuk tak ingat pada hal tersebut.
Ahhhh...picik sekali manusia itu? Mereka rukukan tubuhnya ke arah barat namun mereka arahkan jari tengahnya pula ke yang mereka rukukan tersebut. Dengan sambil menangis mereka memohon ampun. Namun, dengan sambil meludah pula mereka menimpali seluruh aturan PENCIPTANYA. Seraya berkata: alah...tak usahlah kau bawa-bawa TUHAN di sini. Lalu sambil teriak juga kau banggakan kekerdilan mu bahwa hukum ALLAH tidak pantas diterapkan di zaman sekarang ini. Cuihhhhh....seperti lentenir kau perlakukan ALLAH mu. Kau harapkan bantuan NYA namun kau juga cela peringainya.
Kalian ingin kan kami untuk seperti apa lagi? Haruskah kami paksa istri-istri kami, orang tua kami, adik-adik kami dan teman-teman kami untuk melepas cadarnya dan jilbabnya? Haruskah mereka seperti istri-istri kalian, adik-adik kalian, teman-teman atau orang tua kalian yang dengan enaknya memberikan tontonan gratis bagi para penikmat lekukan-lekukan tubuh itu? Haruskah semua itu kami lakukan demi memenuhi jawaban mu tentang militansi seorang wanita muslimah yang selalu saja berkaitan dengan teroris? Haruskah juga kami membakar seluruh Jenggot-jenggot kami agar kau tidak lagi perlu khawatir kepada kami? Kalau itu pinta kalian. Sungguh rendahnya akal kalian.
Jangan pernah pinta kami untuk tidak mengucapkan kalimat JIHAD. Karena kalimat itu bukan berasal dari kami. ALLAH mu juga yang mengenalkan kata itu juga kepada kami. Jadi kalau kalian ingin cegah itu dari mulut – mulut Da’i kami. Maka silahkan saja ajukan uji materil kepada ALLAH mengenai kalimat tersebut. Dan Perintahkan Dia untuk melarang seluruh hamba-hambanya untuk menggunakan kalimat tersebut. Dan juga bilang padang NYA untuk menghapus puluhan atau ratusan kata Jihad yang ada dalam Al Qur’an itu. Padahal dengan kata itu negeri ini dibebaskan. (Cuihhhh....dasar manusia hina yang tak tahu terima kasih).Kami adalah umat yang paling tulus ketika menolong. Walau kalian sudah meludahi kami beribu-ribu kali untuk kebaikan kami. Kami juga adalah umat yang paling mudah memaafkan. Walau kalian sudah berjuta-juta kali membohongi kepercayaan kami. Untuk semua itu. Kami mohon satu hal. Biarkan kami hidup sebagaimana kalian hidup. Sebagaimana kalian bangga dengan gemerlapnya lampu-lampu kerlap-kerlip penunjang syahwat.
Tidak ada yang salah dengan lisan Muhammad yang telah terbukukan tersebut. Karena DIA sudah menjamin lisan orang tersebut bersih dari segala ke alpaan. Tidak ada yang salah juga dengan segala tindak-tanduknya yang pernah dicontohkan. Karena DIA juga sudah menjamin segalanya tentang dirinya. Jadi, jangan panggil kami teroris dan juga jangan pernah curigai kami.Seruan untuk seluruh kader-kader dakwah agar merapatkan barisan dengan seluruh-seluruh ormas-ormas keislaman untuk menolak dan membendung isyu-isyu dramatisasi kebodohan sistematik yang menyudutkan agama ini.
Ka.Dept Humas Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim
Dearah Jakarta.

SBY kembali terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2009-2014 bersama pasangannya, Boediono.Penetapan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode lima tahun mendatang itu diputuskan dalam Rapat Pleno Terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilpres 2009, di Jakarta, Sabtu.
Hadir dalam acara itu Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary beserta jajarannya, pimpinan dan anggota Bawaslu, dua pasangan capres SBY-Boediono dan Jusuf Kalla-Wiranto, serta sejumlah anggota tim kampanye. Pasangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto tidak hadir dan diwakili koordinator tim hukum mereka, Gayus Lumbuun.Hasil rekapitulasi penghitungan suara KPU menunjukkan pasangan SBY-Boediono meraih suara tertinggi dengan 73.874.562 suara atau 60,80 persen, diikuti Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dengan 32.548.105 suara atau 26,79 persen, dan pasangan Jusuf Kalla (JK)-Wiranto dengan 15.081.814 suara atau 12,41 persen.
Perolehan suara itu berasal dari 121.504.481 suara sah dari 176.367.056 pemilih yang terdaftar. Jumlah itu termasuk pemilih dengan menggunakan kartu tanda penduduk sebanyak 382.393 orang. Sementara pemilih yang tidak menggunakan haknya mencapai 49.212.158 orang atau 27,77 persen.Yudhoyono-Boediono unggul di 28 provinsi dan Kalla-Wiranto menang di empat provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Maluku Utara. Sedangkan Megawati-Prabowo hanya unggul di Provinsi Bali.
Dengan hasil suara sekitar 60 persen ditambah dengan keputusan Mahkamah Agung tentang penghitungan kursi DPR yang berujung pada penambahan kursi bagi Partai Demokrat di legislatif, diyakini kedudukan pemerintahan SBY-Boediono akan sangat kuat.Dalam pidatonya di kediaman pribadinya di Cikeas, Yudhoyono menyampaikan terimakasih kepada rakyat Indonesia yang telah menunjukkan kematangan berpolitik, serta seluruh pihak terkait seperti Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu beserta jajarannya.
Dalam pidato yang dihadiri pasangannya, calon wakil presiden Boediono dan seluruh pimpinan partai politik pendukungnya, Yudhoyono menyampaikan terimakasih pula karena seluruh rangkaian Pemilu 2009 dapat berjalan demokratis, aman dan tertib."Saya menyampaikan pula terimakasih kepada Kepolisian Republik Indonesia yang telah bekerja dengan baik mengawal pelaksanaan Pemilu 2009, hingga dapat berjalan aman, dan tertib," katanya.
Pria kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949 itu menilai, Pemilu 2009 dibandingkan pemilu di Indonesia beberapa tahun silam adalah pemilu yang demokratis.
"Dalam Pemilu 2009, sistem perundang-undangan memberikan peluang untuk pihak-pihak yang tidak puas untuk melakukan protes atau pengaduannya. Saya berharap protes dan aduan itu disampaikan secara terhormat, menjunjung nilai demokratis dan sesuai koridor hukum, kepada pihak-pihak yang berwenang," tuturnya.
Yudhoyono mengemukakan, seperti pasangan kandidat presiden dan kandidat wakil presiden lainnya, pihaknya juga menemukan beberapa pelanggaran yang terjadi selama Pilpres 2009. dan telah menyalurkannya kepada pihak terkait seperti KPU dan Bawaslu, untuk ditindaklanjuti dan pihak lain untuk dijadikan masukan, bahan evaluasi agar tidak terulang lagi pada pemilu mendatang.Pihaknya juga memberikan masukan kepada parlemen tentang kemungkinan perubahan pada sistem perundangan agar pelaksanaan Pemilu mendatang lebih demokratis.
"Karena itu, saya mengajak semua pihak untuk menuntaskan seluruh rangkaian Pemilu 2009, sehingga benar-benar dapat mewujudkan harapan seluruh rakyat Indonesia, untuk menjadi lebih baik.Dalam Rapat Pleno Terbuka Komisi Pemilihan Umum itu, Pasangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto tidak hadir, hanya diwakili koordinator tim hukumnya, Gayus Lumbuun.
Sebelumnya, Megawati-Prabowo sepakat mengambil langkah hukum ke Mahkamah Konstitusi untuk menggugat berbagai kecurangan yang terjadi dalam Pilpres 2009.Keputusan itu diambil dalam rapat Tim Kampanye Nasional Megawati-Prabowo, Jumat (24/7). "Langkah ini diambil dalam rangka menegakkan pemilu yang jujur, adil, dan bersih," kata Sekretaris Umum Tim Kampanye Megawati-Prabowo, Fadli Zon.
Megawati dan Prabowo juga memutuskan untuk tidak menghadiri dulu acara itu dan menugaskan kepada tim hukum untuk mewakili mereka. Alasannya, selain mereka belum menerima hasil rekapitulasi suara, dalam undang-undang pun tidak ada aturan yang mengharuskan pasangan calon untuk hadir.

Indonesia kembali terguncang dengan prilaku-prilaku tidak manusiawi dan tidak beradab. Pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pada hari Jumat pukul 07.40 dan 07.55 merupakan upaya merusak keharmonisan yang telah terbangun selama pelaksanaan pemilu dan pilpres 2009.
Adanya opini publik yang mencoba mengkaitkan bom kuningan 2 dengan gerakan Islam merupakan tuduhan yang tak berdasar. Karena sesungguhnya Islam adalah agama universal dan agama yang mengajarkan perdamaian dan melarang perusakan. Selain itu, adanya dugaan bahwa bom kuningan 2 dikaitkan dengan kekecewaan pasca pemilu 2009 juga merupakan tuduhan yang tak berdasar yang bagi KAMMI dapat membawa ketidakharmonisan di tengah masyarakat.
Atas dasar itu, KAMMI menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Mengutuk pelaku dan tindakan bom kuningan 2 sebagai tindakan tidak beradab dan merusak tatanan hidup masyarakat Indonesia yang telah terbangun damai dan kondusif.
2. Menyesalkan pernyataan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono yang menurut KAMMI mencoba mengkaitkan bom kuningan 2 dengan kekecewaan pasca pemilu 2009.
3. Bom kuningan 2 tidak ada kaitannya dengan Islam dan gerakan Islam, karena Islam merupakan agama perdamaian dan universal.
4. Meminta semua pihak untuk menjaga opini agar tidak terjadi keresahan dan prasangka negatif terhadap segenap elemen bangsa.
5. Menuntut pihak-pihak kepolisian dan Intelijen Negara untuk bersikap profesional dan mengusut tuntas pelaku intelektual pengeboman dan jaringannya dengan mengedepankan supremasi hukum terhadap siapapun.
Ketua Umum
Rijalul Imam

Berapa ton perusahaan anda membuang karbon keudara setiap hari ?
Siapa yang mendaur ulang limbah beracun itu ?
Pernahkah anda sadari bawasanya pohon menyerap karbon dan melepas udara bersih.
Satu pohon bertajuk satu meter menyerap 1.881 kilogram karbon per hari.
tampa pohon karbon akan menggantung di atmosfer dan menjadi sebab pemanasan global.


